Halaman

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Model-Model Pembelajaran (1)


1.      EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
a.      Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
b.      Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
c.       Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
d.      Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
e.      Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
f.        Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
g.      Kesimpulan

2.      PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b.      Menyajikan materi sebagai pengantar
c.       Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
d.      Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
e.       Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
f.       Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
g.      Kesimpulan/rangkuman



3.      NUMBERED HEADS TOGETHER
(KEPALA BERNOMOR)
(SPENCER KAGAN, 1992)

Langkah-langkah :
a.      Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
b.      Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
c.       Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
d.      Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
e.      Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
f.        Kesimpulan

4.      COOPERATIVE SCRIPT
(DANSEREAU CS., 1985)
Skrip kooperatif :
metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan
mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
a.      Guru membagi siswa untuk berpasangan
b.      Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
c.       Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
d.      Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
            Sementara pendengar :
•         Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
•         Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
e.      Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
f.        Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
g.      Penutup

5.      KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)

Langkah-langkah :
a.      Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
b.      Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
            Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
c.       Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
d.      Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
e.      Kesimpulan

6.      STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI
 (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
a.      Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
b.      Guru menyajikan pelajaran
c.       Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
d.      Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
e.      Memberi evaluasi
f.        Kesimpulan

7.      JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
a.      Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
b.      Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
c.       Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
d.      Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
e.      Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
f.        Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
g.      Guru memberi evaluasi
h.      Penutup

8.      PROBLEM BASED INTRODUCTUON (PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)
 Langkah-langkah :
a.      Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b.      Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
c.       Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
d.      Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
e.      Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

9.      ARTIKULASI
Langkah-langkah :
a.      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
b.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
c.       Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
d.      Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
e.      Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
f.        Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
g.      Kesimpulan/penutup

10.  MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
a.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  1. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  2. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  3. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  4. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  5. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru

Kamis, 01 Maret 2012

CONTOH RPP SMP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan     : SMP
Sekolah                       : SMP Negeri 22 Palembang
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester          : XII/1
Alokasi Waktu           : 1 X 35 menit
Pertemuan ke-           : 1

A.    Standar Kompetensi
Mengungkapkan informasi dalam bentuk surat dinas, laporan dan resensi.

B.     Kompetensi Dasar
Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur.

C.    Indikator
Setelah mengikuti kegiatan ini, siswa diharapkan dapat:
1.      mengenali unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan
2.      menyusun surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan
3.      memperbaiki surat dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat, keterkaitan antarkalimat, dan EYD.

D.    Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan ini, siswa diharapkan dapat mengenali unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan, menyusun surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan, dan memperbaiki surat dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat, keterkaitan antarkalimat, dan EYD.

E.     Materi Pembelajaran
Menulis surat lamaran pekerjaan.

F.     Metode dan Model Pembelajaran
  1. Metode      : Diskusi
  2. Model        : Kooperatif terpadu membaca dan menulis


G.    Langkah-langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal (5 Menit)
  1. Pra Pembelajaran
Guru mengucapkan salam, mengajak siswa berdoa sebelum memulai belajar, dan melakukan absensi siswa.
  1. Apersepsi
Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan cara mengaitkan materi yang sudah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari. Apesepsi juga dapat dilakukan dengan menanyakan kepada siswa apakah siswa pernah membuat sebuah surat lamaran pekerjaan.
  1. Motivasi
Guru membeerikan motivasi kepada siswa bahwa dengan mempelajari menulis surat lamaran pekerjaan akan memudahkan siswa  setelah selesai melaksanakan studinya. Materi ini dibutuhkan siswa karena untuk melamar pekerjaan, setiap orang harus membuat surat lamaran pekerjaan. Sehingga materi pelajaran mengenai surat lamaran pekerjaan sangat dibutuhkan siswa.

2.      Kegiatan Inti (25 Menit)
1.      Guru memberikan materi tentang surat lamaran pekerjaan dan cara menulis surat lamaran pekerjaan.
2.      Guru membentuk kelas menjadi 8 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang.
3.      Guru memberikan lembar kerja siswa berupa contoh surat lamaran pekerjaan.
4.      Siswa bekerjasama dengan kelompoknya untuk menemukan unsur-unsur yang terdapat dalam surat lamaran pekerjaan.
5.      Siswa membacakan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

3.      Kegiatan Penutup (5 Menit)
1.      Guru memandu siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi pelajaran.
2.      Tindak lanjut
a.       Guru memberikan tugas individu kepada siswa untuk membuat sebuah surat lamaran pekerjaan.
b.      Guru meminta siswa untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya pada buku teks yang dimiliki siswa.

H.    Sumber/Alat/Media
Buku teks bahasa Indonesia, papan tulis.

I.       Evaluasi
a.       Tes berupa tes essay tertulis
b.      Soal
1.      Apa yang dimaksud dengan surat lamaran pekerjaan?
2.      Sebutkan unsur-unsur yang terdapat dalam surat lamaran pekerjaan!

c.       Kunci Jawaban
1.      Surat lamaran pekerjaan adalah sebuah bentuk komunikasi tertulis dari pencari pekerjaan atau pelamar pekerjaan (perseorangan) dengan penyedia/pemilik lapangan pekerjaan.
2.      Bagian pembuka memuat: - tempat dan tanggal surat
- nama dan alamat surat
-    salam pembuka
            Bagian isi memuat : -  pendahuluan
     -  isi: berisi jabatan yang diinginkan, kualifikasi pelamar dan hal-hal yang  dilampirkan dalam surat.
     -  penutup: berisi harapan untuk diterima dan ucapan
        terima kasih.
            Bagian penutup memuat: - salam penutup
             - nama pengirim
            - tanda tangan pengirim

d.      Pembobotan
      Soal nomor 1, bobot: 35
      Soal nomor 2, bobot: 65

e.       Cara penskoran
Nilai kriteria :
91-100 = A
81-90  = B
71-80  = C
61-70  = D
51-60  = E


  


                                                                                    Palembang, 3 Januari 2012
Mengetahui,                                                               
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran


Dra. Almia Afnan Pertiwi, M. Pd.                                 Eka Novirna, S. Pd.
NIP 131877319                                                           NIP 06101002033

Pentingnya Model Pembelajaran di SMP dan SMA


Berbicara mengenai pembelajaran, tidak akan pernah lepas dari interaksi antara guru dan siswa. Karena secara langsung dan tidak langsung, proses pembelajaran akan melibatkan guru dan siswa. Secara langsung guru dan siswa berinteraksi di dalam kelas. Secara tidak langsung guru memberi materi pelajaran dan siswa membuat tugas yang diberikan oleh guru.
Saat ini, dunia pendidikan di Indonesia masih membutuhkan perhatian ekstra dari para aktivis pendidikan. Apalagi zaman sudah semakin berkembang dengan berbagai penguasaan IPTEK yang kompleks. Guru semakin dituntut untuk memaksimalkan kinerja agar siswa dapat menerima materi dengan cepat tetapi tidak menyebabkan kejenuhan dan kebosanan pada saat proses belajar mengajar. Untuk itu, guru perlu menggunakan konsep dan metode yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran. Salah satu konsep yang sering digunakan pada saat ini adalah model pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).
Model pembelajaran PAIKEM sangat dibutuhkan dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Model pembelajaran yang kreatif dan inovatif tentu akan berimplikasi pada motivasi dan minat peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Peserta cenderung menginginkan proses pembelajaran yang dapat menarik minatnya untuk terus belajar. Dengan demikian, tujuan dan hasil belajar yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Model pembelajaran PAIKEM ini juga harus memperhatikan sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah. Guru harus pandai menyesuaikan model pembelajaran dengan sarana dan prasarana yang ada. Dalam menerapkan model pembelajaran guru tidak bisa melalikan aspek-aspek yang menunjang pelaksanaan model pembelajaran itu sendiri. Misalnya media apa yang ingin digunakan untuk menunjang pelaksanaan model pembelajaran. Atau kondisi siswa dan bahan-bahan pelajaran seperti sumber bacaan yang dimiliki siswa. Untuk itu, guru harus memilih model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan di dalam kelas.
Adanya model pembelajaran yang diterapkkan di SMP dan SMA dapat memberikan keleluasaan bagi siswa untuk berpikir dan bekerja secara kreatif dan inovatif. Dalam model pembelajaran PAIKEM ini banyak tipe model pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan minat dan bakatnya secara pribadi. Selain itu, siswa juga dapat belajar dalam rumpun interaksi sosial karena model pembelajaran ini juga terdapat aktivitas siswa belajar dalam kelompok.
Jadi model pembelajaran tidak bisa diabaikan perannya dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan model pembelajaran PAIKEM, para aktivis pendidikan dapat mengupayakan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri. Selain itu, model pembelajaran juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya karena model pembelajaran ini membatu siswa berpikir secara kreatif. Siswa juga dapat menikmati proses belajar yang menyenangkan dan tidak merasa bosan. Dengan demikian, guru akan semakin mudah mencapai tujuan dan hasil belajar yang baik dari siswa.

Minggu, 22 Januari 2012

ANALISIS BUKU TEKS BAHASA INDONESIAKU BAHASA NEGERIKU 3


ANALISIS BUKU TEKS BAHASA INDONESIAKU BAHASA NEGERIKU 3
Untuk Kelas XII SMA/MA Program Studi IPA/IPS

Identitas Buku
Judul Buku      : Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3
Penulis             : Atep Tatang, Maman, Nenden Lilis Aisyah, Euis Susilawati
Editor              : Lila Kusminah
Penerbit           : Platinum
Tahun Terbit    : 2008
Cetakan           : Pertama
Halaman muka: xii
Halaman isi     : 292
Ukuran Buku  : 20 x 27.5 cm
ISBN               : 978-979-045-034-9

I.       Pendahuluan
A.     Latar Belakang
          Buku teks adalah buku pelajaran yang ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu dengan bidang studi tertentu. Buku teks merupakan buku standar yang ditulis oleh para pakar di bidangnya masing-masing dan dilengkapi dengan sarana pengajaran untuk menunjang sesuatu program tertentu dan tujuan instruksional tertentu. Buku teks berfungsi sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar dalam mata pelajaran tertentu. Buku teks bahasa Indonesia merupakan buku teks yang berisi materi pelajaran bahasa Indonesia dan sebagai alat utama untuk keberhasilan proses belajar mengajar bidang studi bahasa Indonesia.
          Buku teks memberi kesempatan pada pemiliknya untuk menyegarkan ingatan dan sarana khusus yang ada dalam suatu buku teks dapat menolong para pembaca untuk memahami isi buku. Buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA menunjang kegiatan belajar mengajar pada siswa Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah khususnya pada kelas XII. Semakin baik buku teks maka semakin sempurna pengajaran mata pelajaran yang ditunjangnya. Buku teks bahasa Indonesia bermutu tinggi akan meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil pengajaran bahasa Indonesia.
          Agar buku teks bahasa dan sastra Indonesia untuk SMA/MA kelas XII dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, maka perlu mengetahui apakah buku teks tersebut bermutu tinggi. Untuk itu, perlu adanya analisis terhadap buku teks tersebut dengan berdasarkan kriteria tertentu. Makalah ini akan membahas tentang analisis penulis terhadap buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA berdasarkan kriteria Greene dan Petty dan memperhatikan kesesuaian buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA dengan KTSP.

B. Rumusan Masalah
                Berdasarkan latar belakang di atas, ada beberapa permasalahan yang dapat diuraikan sebagai berikut.
1.        Bagaimana kriteria buku teks berkualitas tinggi menurut Greene dan Petty?
2.        Bagaimana analisis buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk SMA/MA kelas XII berdasarkan kriteria Greene dan Petty?
3.        Bagaimana analisis kesesuaian buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA  dengan KTSP

C. Tujuan
                Berdasarkan rumusan masalah di atas, ada beberapa tujuan yang dapat diuraikan sebagai berikut.
1.      Mengidentifikasi kriteria buku teks berkualitas tinggi menurut Greene dan Petty.
2.      Mendeskripsikan analisis buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk SMA/MA kelas XII berdasarkan kriteria Greene dan Petty.
3.      Mendeskripsikan analisis kesesuaian buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA  dengan KTSP.

II.    Pembahasan
A.      Kriteria Buku Teks Berkualitas Tinggi Menurut Greene dan Petty
          Greene dan Petty telah menyusun cara penilaian buku teks dengan sepuluh kriteria. Apabila buku teks dapat memenuhi 1 persyaratan yang diajukan, dapat dikatakan buku teks tersebut berkualitas. Butir-butir yang harus dipenuhi oleh buku teks yang tergolong kategori berkualitas tinggi, antara lain:
1.         Buku teks haruslah menarik minat anak-anak, yaitu para siswa yang mempergunakannya.
2.         Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi kepada para siswa yang memakainya.
3.         Buku teks itu haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa yang memanfaatkannya.
4.         Buku teks itu seyogianyalah mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
5.         Buku teks itu isinya haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya; lebih baik lagi kalau dapat menunjangnya dengan rencana, sehingga semuanya merupakan suatu kebulatan yang utuh dan terpadu.
6.         Buku teks itu haruslah dapat menstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para siswa yang mempergunakannya.
7.         Buku teks itu haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar dan tidak biasa, agar tidak sempat membingungkan para siswa yang memakainya.
8.         Buku teks itu haruslah mempunyai sudut pandangan atau “point of view” yang jelas dan tegas sehingga juga pada akhirnya menjadi sudut pandangan para pemakainya yang setia.
9.         Buku teks itu haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
10.     Buku teks itu haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa pemakainya.
        (Greene dan Petty dikutp Tarigan, 2009:20-21)

B.   Analisis Buku Teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk SMA/MA Berdasarkan Kriteria Greene dan Petty
          Analisis buku teks bahasa Indonesia untuk SMA/MA berdasarkan persyaratan yang  diajukan oleh Greene dan Petty sebagai berikut.
1.         Buku teks haruslah menarik minat anak-anak, yaitu para siswa yang mempergunakannya.
           Buku teka Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 ini dapat dikatakan buku teks yang mampu menarik minat dan perhatian para siswa yang mempergunakannya. Hal ini ditandai dengan sampul buku yang berwarna cerah disertai dengan foto siswa yang sedang membaca buku. Warna pada sampul buku ini sangat sederhana tetapi menarik. Kombinasi warna  hitam, merah, biru dan hijau dengan latar belakang sampul berwarna putih membuat buku ini terlihat sederhana.
           Selain desain sampul buku yang menarik, isi buku ini juga  tak kalah menarik. Buku ini memuat petunjuk penggunaan buku. Warna-warna yang terdapat dalam isi buku juga warna yang cerah seperti kuning. Setiap bab dibuat peta konsep sehingga memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran dengan mind mapping. Buku teks ini juga dilengkapi dengan tips-tips dan gambar-gambar yang menarik guna menunjang pengajaran bahasa Indonesia di SMA/MA. Selain tips dan gambar-gambar, terdapat juga kolom info tokoh yang memuat informasi mengenai tokoh-tokoh sastrawan yang ada di Indonesia.

2.         Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi kepada para siswa yang memakainya.
           Buku Teks Bahasa Indensia karangan Asep Tatang dkk. ini dapat dikatakan memenuhi kriteria yang kedua menurut Greene dan Petty. Buku ini membangun motivasi pada siswa. Hal ini dapat kita lihat pada kolom refleksi pada setiap bab. Pada kolom ini merupakan kegiatan umpan balik untuk menumbuhkan semangat siswa agar dapat lebih giat lagi dan tetap bersemangat untuk menghadapi semua hambatan dalam meraih cita-cita. Untuk mempertegas hal ini, dapat kita lihat contoh berikut.
Manfaat lain yang dapat kamu petik dari kegiatan menulis surat lamaran kerja adalah kamu harus lebih waspada terhadap iklan di surat kabar/majalah. Banyak lowongan kerja yang menjanjikan mimpi, namun akhirnya dapat merugikanmu. Karena itu, sebelum melamar kerja, cermatilah benar pekrjaan yang ditawarkan. Jangan sampai nanti kamu bekerja tidak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun menyesatkan. (hlm.28)

3.         Buku teks itu haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa yang memanfaatkannya.
            Buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku memuat ilustrasi yang menarik bagi siswa. Di buku ini terdapat ilustrasi berupa gambar, kolom-kolom tambahan seperti kolom refleksi yang memuat motivasi-motivasi bagi siswa, kolom lebih kreatif yang memuat latihan-latihan agar siswa lebih kreatif dalam belajar dan kolom info tokoh memuat informasi tokoh sastra. Dengan kolom seperti kolom informasi tentang tokoh sastra Indonesia tentu akan menambah wawasan siswa selain buku ini dapat menarik siswa yang mempergunakannya. Selain itu, terdapat pula rangkuman di akhir pembahasan materi dengan kolom yang diberi warna kuning gading. Ini tentu lebih mempermudah siswa menemukan isi pokok materi yang dibahas di setiap bab. Dengan demikian, buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 sudah memenuhi syarat ketiga yang diajukan oleh Greene dan Petty.

4.         Buku teks itu seyogianyalah mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
           Buku teks bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas XII ini sudah memenuhi aspek linguistik. Hal ini dapat kita lihat pada kalimat-kalimat instruksi dalam buku ini yang tidak ambigu, efektif, sederhana dan mudah dipahami siswa. Misalnya kalimat yang terdapat dalam paragraf berikut.
Di sekitar rumahmu tentu ada beberapa perusahaan, kantor, atau sejenisnya. Cobalah kamu membuat surat lamaran pekerjaan untuk bekerja di tempat tersebut! Ketiklah suratmu tersebut dengan menggunakan bentuk full block! Buatlah surat tersebut dengan bahasamu sendiri yang mencerminkan kepribadianmu! (hlm.24)

5.         Buku teks itu isinya haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya; lebih baik lagi kalau dapat menunjangnya dengan rencana, sehingga semuanya merupakan suatu kebulatan yang utuh dan terpadu.
           Selain berhubungan langsung dengan mata pelajaran bahasa Indonesia, buku teks bahasa Indonesia ini sudah berhubungan erat dengan pelajaran lain seperti olahraga. Hal ini ditunjukkan dengan adanya wacana dan bahasan pada bab-bab tertentu mengenai ketiga mata pelajaran tersebut. Salah satunya seperti wacana yang berjudul “Anak Tak Perlu di Bekali Ponsel” yang berkaitan erat dengan kesehatan. Wacana ini membahas tentang anak usia sekolah yang belum wajar dibekali ponsel karena anak sekolah khususnya sekolah dasar pada usia di bawah 8 tahun masih mengalami pertumbuhan otak sehingga jika menggunakan ponsel di usia itu dapat mengganggu perkembangan otak yang memungkinkan terserang kanker otak. Buku teks ini lebih cocok digunakan pada siswa jurusan IPA karena dari wacana-wacana yang ada di dalamnya, banyak membahas mengenai teknologi dan kesehatan.

6.          Buku teks itu haruslah dapat menstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para siswa yang mempergunakannya.
           Buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA ini sudah memenuhi syarat buku teks yang berkualitas menurut Greene dan Petty. Buku teks ini dapat menstimulasi dan merangsang aktivitas-aktivitas pribadi siswa yang menggunakannya. Misalnya pada bab Ragam Budaya yang pada subbabnya membahas tentang menulis inti sari buku. Terdapat kolom Tugas Mandiri yang dapat merangsang aktivitas siswa untuk mencoba membuat sebuah inti sari buku nonfiksi. Atau dapat pula dilihat pada bab yang sama pada kolom Lebih Kreatif Berlatih. Kolom ini memuat instruksi yang dapat menstimulasi siswa agar lebih kreatif mengerjakan tugas-tugas yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki siswa. Dengan demikian siswa lebih merasa bahwa aktivitas yang ditawarkan lebih menyenangkan karena sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

7.         Buku teks itu haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar dan tidak biasa, agar tidak sempat membingungkan para siswa yang memakainya.
           Buku teks yang ditujukan untuk kelas XII SMA/MA ini menggunakan konsep yang jelas dan rinci. Setiap instruksi yang diberikan tidak membuat siswa yang membacanya kebingungan. Misalnya pada kolom Aktivitas 3 yang memuat aktivitas mengomentari laporan teman. Dapat dilihat pada halaman 39.
Kamu telah mencatat penilaianmu terhadapa penyampaian laporan yang dilakukan oleh temanmu. Sekarang, sampaikan kritik dan saran, jangan lupa untuk menyebutkan kepada siapa kritik dan saran itu ditujukan. Kamu dapat menggunakan format seperti berikut atau format lainnya.

8.         Buku teks itu haruslah mempunyai sudut pandangan atau “point of view” yang jelas dan tegas sehingga juga pada akhirnya menjadi sudut pandangan para pemakainya yang setia.
         Buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 sudah mencakup semua keterampilan berbahasa dan kemampuan bersastra yang sesuai dengan kurikulum 2006 (KTSP). Misalnya,
Kemampuan berbahasa:
1.      Memahami informasi dari berbagai laporan. (Kemampuan mendengarkan/menyimak)
2.      Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran. (Kemampuan berbicara)
3.      Membaca teks pidato. (Kemampuan membaca)
4.      Menulis surat dinas. (Kemampuan menulis surat resmi)
Kemampuan bersastra:
1.      Menanggapi pembacaan novel. (Kemampuan mendengarkan)
2.      Membaca puisi. (Kemampuan membaca)
3.      Menulis cerpen berdasarkan pengalaman. (Kemampuan menulis)
4.      Memerankan drama dengan memerhatikan unsur pementasan drama. (Kemampuan berbicara)

9.         Buku teks itu haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
           Di dalam buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 memuat nilai-nilai yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti nilai yang terdapat dalam sebuah cerpen yang berjudul  “Akan Kusimpan ini buat Ayah” yang mengandung nilai moral sosial, seorang anak harus mengasihi orang tuanya dan merawatnya di usia tuanya. Selain itu, dapat pula dilihat pada cerpen yang berjudul “Surat buat Tuhan” yang mengandung nilai agama.

10.     Buku teks itu haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa pemakainya.
           Di dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia untuk SMA/MA kelas XII ini perlakuan antara siswa satu dengan yang lain sama, tidak ada pembedaan. Misalnya, dalam kegiatan mencari contoh surat dinas. Terdapat instruksi seperti berikut.
Bentuklah sebuah kelompok untuk mencari contoh surat dinas. Bandingkan masing-masing contoh surat tersebut, kemudian temukan perbedaannya baik dalam hal sistematika maupun format surat. Tulislah hasil tugas tersebut kemudian kumpulkan kepada guru kalian. (hlm.60)
           Instruksi di atas menunjukkan bahwa tidak ada pembedaan terhadap para siswa pemakainya. Buku ini tidak membagi kelompok berdasarkan kepandaian atau kemampuan yang dimiliki oleh siswa tertentu saja. Tetapi buku ini tetap memandang sama kepada siswa pemakainya sehingga buku ini layak dikatakan sebagai buku yang berkualitas berdasarkan kriteria Greene dan Petty.

C.   Analisis Kesesuaian Buku Teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA  dengan KTSP.
          Jika menilik pada sampul buku bagian depan, buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA ini menjanjikan bahwa isi buku sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal yang dijanjikan oleh buku ini kemudian menarik penulis untuk menganalisis kesesuaian antara buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk SMA/MA 3 untuk kelas XII ini dengan KTSP. Setelah melakukan analisis, buku ini memang tidak menyalahi aturan sebagai buku yang memiliki kesesuaian materi dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dapat dilihat pada contoh berikut ini.
Kompetensi Dasar:
Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa dan format yang baku
Kegiatan:
1.      Mengetahui macam-macam surat dinas dan fungsinya
2.      Mengetahui berbagai format penulisan surat dinas
3.      Menulis surat dinas dengan memerhatikan struktur diksi, kejelasan kalimat, keterkairan antarkalimat, EYD sesuai dengan jenis dan maksud surat yang diharapkan. (hlm.54)

III. Penutup
A. Kesimpulan
          Berdasarkan analisis yang penulis lakukan terhadap buku teks Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3 untuk kelas XII SMA/MA berdasarkan kriteria kualitas buku teks menurut Greene dan Petty, penulis menyimpulkan bahwa buku teks ini dapat dikatakan memenuhi kelayakan sebagai buku teks yang berkualitas tinggi karena telah memenuhi semua syarat yang diajukan pleh Greene dan Petty. Selain itu, buku teks ini juga sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi  dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan yang tercantum pada sampul depan buku.

B. Saran
          Berdasarkan penilaian penulis, ada satu hal yang menjadi kelemahan buku, yaitu buku terlalu besar sehingga agak memberatkan siswa ketika ingin dibawa ke sekolah. Sebaiknya jika ingin dicetak kembali, ukuran buku sedikit diperkecil agar memudahkan siswa membawa buku teks ini.


Daftar Pustaka
Tarigan, Henry Guntur. 1993. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.
Tatang, Atep dkk.. 2008. Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku 3. Semarang: Platinum.