Laman

Minggu, 08 Januari 2012

Tahap-tahap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Menulis Karangan Argumentasi Siswa SMA




Konsep jigsaw merupakan konsep pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan dengan  kooperatif karena konsep jigsaw mengacu ke dalam rumpun belajar interaksi sosial. Teori ini lebih menekankan aktivitas individu dalam kelompok. Selain belajar dalam kelompok, siswa juga dapat belajar secara individu. Guru memanfaatkan model pembelajaran ini agar siswa dapat mengoreksi pekerjaan temannya dalam kelompok masing-masing. Jadi, dengan penerapan konsep jigsaw yang mengacu pada model pembelajaran kooperatif siswa dapat bersosialisasi dengan temannya.
Model pembelajaran jigsaw memiliki tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh guru dan siswa. Tahap pertama: pelaksanaan tes awal. Sebelum pelajaran dimulai, pada tahap ini guru harus mengkondisikan siswa terlebih dahulu untuk siap menerima pelajaran. Sebagai kegiatan awal, guru menjelaskan tujuan dan proses yang akan ditempuh dalam pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Setelah guru bertanya mengenai seluk beluk paragraf, guru memberikan soal pretes kepada siswa sebanyak lima soal uraian dan lima soal pilihan ganda.
            Selanjutnya guru memasuki tahap penyampaian kegiatan siswa. Pada tahap ini guru menyampaikan kegiatan yang harus dilakukan siswa, baik secara kelompok maupun individu. Setiap siswa dalam kelompok masing-masing menelaah materi yang berbeda untuk kemudian disampaikan kepada kelompoknya. Materi yang harus disampaikan meliputi pengertian paragraf argumentasi, fungsi paragraf argumentasi, unsur paragraf argumentasi, syarat-syarat paragraf,  contoh paragraf argumentasi, serta contoh karangan argumentasi.
            Setelah selesai menyampaikan kegiatan belajar dengan model pembelajaran jigsaw, tahap selanjutnya adalah diskusi kelompok asal. Pada tahap ini setiap siswa dibagi ke dalam lima kelompok. Dalam satu kelompok jumlah terdapat 6 siswa yang sudah dibagi berdasarkan tingkat prestasi akademik dan jenis kelamin. Setiap siswa diminta memahami salah satu soal sesuai dengan kemampuannya.    
Tahap keempat: diskusi kelompok ahli. Pada tahap ini guru meminta siswa yang mendapatkan materi yang sama bergabung membentuk kelompok baru. Kelompok baru yang dibentuk berdasarkan jenis materi yang dibahas disebut kelompok ahli. Dalam kelompok ahli ini semua siswa membahas soal dan materi yang sama.  Dalam kegiatan diskusi kelompok ahli ini setiap anggota kelompok mengutarakan pendapat masing-masing terhadap materi yang dibahas. Peran guru hanya mendampingi dan memantau setiap kelompok untuk aktif berdiskusi. Setiap anggota kelompok mencatat materi yang telah mereka pelajari dan yang diutarakan oleh anggota lain dalam satu kelompok.
Tahap kelima: laporan kelompok. Setiap siswa yang telah berdiskusi dengan kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan hasil diskusinya kepada anggota kelompoknya. Pada kegiatan ini setiap siswa dalam satu kelompok bergantian menyampaikan hasil diskusinya kepada teman lain dalam kelompoknya tentang tugas yang mereka kuasai secara bergilir. Tujuan akhir dari diskusi kelompok asal adalah setiap siswa dalam kelompok dapat memahami dan mengetahui pengertian paragraf argumentasi, fungsi paragraf argumentasi, unsur paragraf argumentasi, syarat-syarat paragraf,  contoh paragraf argumentasi, serta contoh karangan argumentasi.
Tahap keenam: presentasi hasil diskusi di depan kelas. Setelah seluruh siswa selesai melaporkan, guru menunjuk salah satu kelompok untuk menyampaikan hasilnya, kelompok lain menanggapi dan guru mengklarifikasi jawaban yang kurang sempurna. Kegiatan ini juga berfungsi untuk menyamakan persepsi dan pengetahuan siswa tentang paragraf argumentasi sehingga ketika ada siswa yang sedang menyampaikan hasil diskusi siswa lain boleh bertanya atau memberikan tanggapan terhadap presentasi yang dilakukannya.
Tahap ketujuh yaitu tahap simpulan. Pada tahap ini terlebih dahulu guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan atas materi yang telah mereka pelajari dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw. Dalam hal ini, materi yang disimpulkan adalah materi tentang paragraf argumentasi. Setelah guru menunjuk beberapa siswa untuk membuat kesimpulan—yang dilakukan sekurang-kurangnya 2 orang siswa—selanjutnya guru menyempurnakan kesimpulan yang dibuat oleh beberapa siswa yang mewakili kelasnya.
Tahap kedelapan: penilaian/pengukuran kemampuan siswa. Pada tahap ini guru melakukan pengukuran (postes) secara individual. Soal yang diberikan meliputi materi yang telah dibahas setiap siswa dalam kelompoknya. Bentuk soal berupa soal uraian yang berjumlah 6 soal. Hasil tes digunakan untuk mengetahui nilai perkembangan individu yang digabungkan dengan nilai individu lain dalam satu kelompok sebagai nilai kelompok. Penilaian juga dilakukan dari hasil karangan yang dibuat oleh siswa. Kelompok terbaik akan diberikan penghargaan, yaitu dengan cara memuat karangan yang dibuat pada majalah sekolah atau majalah dinding sekolah.
Menilik kembali penjabaran beberapa paragraf di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep jigsaw tidak dapat dipisahkan dari model pembelajaran kooperatif.  Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini selain siswa dapat belajar secara kelompok, siswa juga dapat belajar secara individu. Tetapi tujuan utama dari model pembelajaran ini adalah siswa dapat belajar dalam rumpun interaksi sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar